Sebuah Puisi Berjudul

Air

Siapakah yang lebih mengerti titah Tuhannya?

Turun ia ke bumi

Bersama jutaan temannya

Berlomba-lomba untuk memberikan sesuatu, bukan mendapatkan sesuatu

Dan siap untuk bertemu dengan siapapun yang mungkin belum dikenalnya

 

Siapakah yang lebih mendengar titah Tuhannya?

Merenunglah ia, sambil mendengarkan sekelilingnya

Ada suara cemas, ada tangisan bayi, ada nada ketidaksukaan

Terlebih bila kawannya datang menggelegar

Makin banyak yang terpejam matanya ketakutan

Namun tetap mencoba ia mendengarkan

Siapakah yang lebih menjalankan titah Tuhannya?

Sesuai dengan fitrahnya

Ia bergerak menuju tempat yang lebih rendah

Terus, dan terus

Bergerak memberikan kesegaran, dan harapan

Tanpa pernah merasa malu ataupun lupa diri

Siapakah yang lebih ridha terhadap titah Tuhannya?

Ya, bukanlah ia diciptakan dengan tujuan yang samar atau tak jelas

Bukanlah ia dimunculkan kebumi dengan misi yang kosong

Bukan pula ia ditugaskan untuk sekedar memberi kesan negatif dengan sesama

Ya, bukanlah itu. Namun keridhaannya terhadap titah Tuhannya

 

_BagusKelana

Krapyak, 11 Shafar 1432H

5:48 WIB – GMT+7

Advertisement